Tinggalkan komentar

Sistem Koordinat Kartesius Siku-Siku

Dalam sistem kordinat siku-siku digunakan dua garis lurus yang berpotongan tegak lurus pada titik O (selanjutnya disebut titik pangkal sumbu koordinat ) sebagaimana tampak dalam gambar 1.1 berikut ini.

Garis lurus horizontal selanjutnya disebut sumbu X, dan yang vertikal disebut sumbu Y. Masing -masing garis tersebut merupakan garis bilangan (riil). Titik pada sumbu X yang berada di sebelah kanan sumbu Y berkorespondensi dengan bilangan riil positif, sebaliknya yang berada di sebelah kiri sumbu Y berkorespondensi dengan bilangan riil negatif.

Titik-titik pada sumbu Y yang berada diatas sumbu X berkorespondensi dengan bilangan riil positif, sedangkan yang berada di bawah sumbu Y dengan bilangan riil negatif. Sedangkan titik O, baik pada sumbu X maupun sumbu Y berkorespondensi dengan bilangan riil nol.

Sumbu X dan Y membagi bidang datar atas empat bagian (daerah) yang masing-masing disebut kwadran I, kwadran II, Kwadran III dan kwadran IV (lihat gambar 1.1). Titik P yang berada 2 satuan di sebelah kanan sumbu Y dan 3 satuan di atas sumbu X dikatakan memiliki koordinat (2,3), dan di tulis P(2,3). Jadi, apabila diketahui titik M memiliki koordinat (x,y), maka ini berarti titik M tersebut berada pada jarak  │X│ satuan dari sumbu Y, dan pada jarak │Y│ satuan dari sumbu X.

Post By:  Sancita I Putu (1368)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: